|
 Gowa- Sulawesi Selatan (Sulsel) kekurangan tenaga penyuluh pertanian, karena dua tahun terakhir tidak ada pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS), kata dosen penyuluh pertanian di Kabupaten Gowa, Tenri Bala. "Selain itu, pada saat penerapan otonomi daerah (otda), banyak PNS fungsional dialihkan menjadi tenaga struktural, sehingga tenaga penyuluh pertanian di lapangan semakin berkurang," katanya di Makassar, Sabtu. Menurut dia, pemerintah Provinsi Sulsel maupun pemerintah kabupaten/kota harus membuat kebijakan guna menunjang program pertanian di daerah ini, termasuk penyediaan tenaga penyuluh pertanian yang memadai. "Apalagi, Sulsel merupakan daerah penyangga pangan nasional dan memiliki sejumlah komoditas andalan," katanya. Ia mengatakan selama ini Dinas Petanian setempat hanya memanfaatkan tenaga penyuluh lapangan honorer. Oleh karena itu, ke depan hendaknya dibuat kebijakan bahwa tenaga honorer yang berusia 35 tahun ke bawah segera diangkat menjadi CPNS. Sedangkan tenaga penyuluh lapangan yang telah dimanfaatkan selama sekian tahun, dan usianya sudah di atas 35 tahun, sebaiknya dijadikan pegawai tidak tetap. Berkaitan dengan hal tersebut, kata dia, tenaga penyuluh lapangan yang statusnya honorer dan memiliki sertifikat resmi, harus diprioritaskan untuk diangkat menjadi CPNS, tanpa mengabaikan masa pengabdiannya. Sementara itu, salah seorang tenaga penyuluh lapangan yang berstatus honorer, Sukri di Kabupaten Maros, Sulsel mengatakan dengan latar belakang pendidikan dari sekolah Kejuruan Bidang Pertanian, ia sudah empat tahun mengabdi sebagai tenaga penyuluh lapangan. "Kami berharap, pada penerimaan CPNS 2010 tenaga penyuluh lapangan di sektor pertanian dan perkebunan mendapat perhatian, bukan hanya tenaga honorer yang bertugas di kantor saja yang diperhatikan," katanya (Ant-SS) sumber: www.selamatpagi.com |